Islam Itu Rahmatan Lil ‘Alamin Bukan Rahmatan Lil Muslimin

Diambil dari  Kompasiana

Seringkali telinga kita terasa “sakit” ketika mendengar seorang muazin bersuara jelek sedang menjeritkan (maaf, maksudnya melantunkan) azan dengan suara yang tidak ketulungan kerasnya. Kita yang muslim saja terganggu, apalagi tetangga kita yang non muslim. Sang muazin pasti bermaksud baik, yaitu mengajak orang untuk sholat sesuai dengan ketentuan syari’at. Namun azan yang dia teriakkan tersebut justru tidak memenuhi tujuan syari’at.

Muazin ingin menegakkan syari’at, namun caranya bertentangan dengan maksud syari’at.Pengamalan aspek lahiriah ajaran agama dengan mengabaikan apalagi melanggar tujuan syari’at bisa berakibat kontra produktif. Bisa jadi tindakan tersebut malah bukannya mendekatkan kita kepada Tuhan.

Kutipan diatas adalah sebuah contoh sederhana, dimana keindahan syari’at Islam justru terhalang oleh cara orang mengamalkan ajaran Islam. Bagaimana orang akan tertarik dengan Islam apabila tampilan wajah Islam itu keras dan menakutkan. Bagaimana orang tidak mencibir Islam apabila Departemen Agama yang dikelola oleh para muslim pilihan itu justru menjadi salah satu departemen yang paling tinggi tingkat korupsinya.

Banyak orang mengatakan bahwa kesalahan itu dilakukan oleh oknum, sedangkan agamanya sendiri adalah baik. Lantas apa gunanya sebuah agama dianut apabila dia tidak bisa mempengaruhi kelakuan para pemeluknya.

Maraknya ghirah ghirah keIslaman seperti membludaknya pengunjung masjid danmajlis majlis taklim, berbondong bondongnya orang naik haji, larisnya buku buku tentang Islam sampai dengan naiknya rating para mubaligh di televisi tidak bisa serta merta dikatakan sebagai tumbuhnya kejayaan Islam. Antusiasme yang meriah itu mungkin saja sekedar kegandrungan spiritual sebagai obyek pelarian masyarakat industri dari kesumpekan dan kebingungan makna hidup saja.Yaitu skelompok masyarakat yang bosan dengan modernitas dan butuh rekreasi rekreasi ruhaniah, semacam religioteinment.

Kita sebagai umat Islam harus berhati hati dalam bersikap, jangan jangan antusiasme ini merupakan gejala mengkristalnya komunalisme dan partikularisme sempit didalam Islam, sebuah kondisi yang justru merugikan Islam sendiri sebagai agama Rahmatan lil ‘alamin. Karena kejayaan Islam selalu memberikan “bekas” pada masyarakat disekitarnya. Benarkah dengan semakin banyaknya orang sholat, pergi haji, berqurban mengakibatkan kemunkaran berkurang ?, ketidak adilan menurun?, korupsi berhenti?.

Jangankan sebagai agama Rahmatan lil ‘alamin, sebagai Rahmatan lil muslimin saja masih belum tercapai. Hal hal yang sangat dibenci Islam seperti kesenjangan sosial dan ketidak adilan, justru menduduki rangking tinggi didalam sebuah negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Mau bukti apalagi?.

Komunalisme dan partikularisme adalah lawan kata dari universalisme. Rahmatan lil ‘alamin adalah inti ajaran Islam yang universal dan abadi. Artinya, Islam turun ke bumi agar bisa berguna buat “alam semesta serta untuk kebaikan semua umat manusia”,dari kalangan agama apapun tanpa kecuali. Buat apa Tuhan menurunkan sebuah agama kalau itu hanya menguntungkan satu golongan manusia saja.

Komunalisme dan partikularisme bukanlah sesuatu yang harus ditolak, bahkan terbukti sangat bermanfaat bagi masyarakat dan komunitas komunitas khusus. Agama Islam adalah sesuatu yang khusus, sama halnya juga dengan kekhususan yang dimiliki oleh agama agama lain. Sesuatu yang khusus tentu tidak bisa digeneralisir. Pemaksaan generalisasi adalah tindakan sewenang wenang dan pada prakteknya memang tidak bisa dijalankan.

Kontribusi Islam pada peradaban dunia diabad pertengahan adalah contoh prestasi universal konsep Rahmatan lil ‘alamin. Pada saat itu Timur Tengah sebagai pusat ilmu dan budaya . Semua bangsa bisa memetik manfaatnya, termasuk juga bangsa yang non muslim. Zaman itu biasa kita sebut sebagai Jaman Keemasan Islam, Islam telah menggoreskan tinta emas pada struktur pelataran dunia, yang imbasnya juga sampai ke Indonesia seperti yang telah kita nikmati sekarang ini.

Peran dan fungsi Islam secara universal akan membebaskan pemeluknya dari kungkungan formalitas sempit keagamaan, sehingga bisa memfokuskan perhatian pada masalah masalah global. Konsep Rahmatan lil ‘alamin juga membuat umat Islam lebih leluasa berpartisipasi dalam dunia yang lebih luas tanpa dibatasi oleh agama dan budaya.

Rahmatan lil ‘alamin merupakan kehadiran Islam dalam memberi arti kepada dunia tanpa melihat batas batas kepentingan dan simbolis simbolis agama yang selama ini telah membelenggu dirinya.Mereduksi Islam hanya pada “tata cara beribadah” saja dapat menyulitkan Islam dalam menyesuaikan diri dengan perubahan dunia yang sangat dinamis serta mengingkari Islam sebagai agama Rahmatan lil ‘alamin.

Indonesia sebagai negara dengan umat Islamnya terbesar di dunia harus tampil sebagai seorang muslim yang keren. Kenapa harus keren?, karena seorang muslim sejati itu demokratis, terbuka, egaliter dan kosmopolit. Budaya inilah yang harus menjadi penampilan Islam zaman modern. Budaya yang secara positif menyerap kehidupan modern,namun tetap dalam nilai nilai keIslaman.

HP Jadul VS HP Sekarang

hp

Hijaber

Cara Menggunakan Toilet Duduk

tutorial toilet duduk

Toilet Duduk VS Toilet Jongkok

Toilet Duduk VS Toilet Jongkok

Sang Ilalang

sang ilalang

4 Hikmah Memelihara Jenggot

Pada zaman shahabat, jenggot digunakan sebagai alat pembeda antara kaum muslimin dengan musyrikin ketika peperangan. Sedangkan mencukurnya, Yusuf al Qorodhowi membagi menjadi tiga pendapat :
Haram, sebagaimana dikemukan oleh Ibnu Taimiyah dan lainnya.
Makruh, sebagaimana diriwayatkan dalam Fathul Bari dari pendapat Iyadh, sedang dari selain Iyadh tidak disebutkan.
Mubah, sebagaimana dikemukakan oleh sebagian ulama modern.

Berikut adalah hikmah dalam memelihara jenggot yang mungkin belum dikenal banyak orang. Semoga menambah motivasi dan keistiqomahan ikhwah semua sebagai kaum muslimin yang mengamalkan sunnah.

4 Hikmah Memelihara Janggut

Jilbab Syar’i VS Jilbab Ketat

Zaman modernisasi, globalisasi, statusisasi, vickysisasi telah mendorong banyak perubahan segala banyak bidang. Salah satunya fashion atau pakaian. Jilbab yg merupakan pakaian yang wajib dipakai muslimah kini telah dimodifikasi sedemikan rupa agar terlihat lebih keren dan modis. Namun dalam perkembanganya, modifikasi itu justru membuat jilbab telah jauh dari nilai-nilai islami.

Jilbab Syar'i

 

Fenomena “Rep-repan” Saat Tidur

Miss World : Penghinaan Terhadap Perempuan dengan Cara Elegan

Miss World

Miss World : Penghinaan Terhadap Perempuan dengan Cara Elegan. Dalam sejarah Miss World yang saya baca di situs Wikipedia, Miss World pada awalnya adalah sebuah kontes bikini “_” pada tahun 1959. Istilah “Miss World” pertama kali digunakan oleh Media pada saat itu.

Meski namanya telah berubah dan didesain lebih elegan namun pada hakikatnya tetap sama. Mengeksploitasi kecantikan tubuh wanita dari atas sampai bawah.

Ajang kontes kecantikan ini katanya mengusung 3 kriteria penilaian bagi para pesertanya. Yaitu Brain, Beauty, dan Behavior. Namun pada kenyataan adalah beauty, beauty, dan beauty karena kalo tidak cantik atau tidak rupawan pasti akan tereliminasi.  Kontes ini dimanfaatkan oleh kaum kapitalis pebisnis untuk mempromosikan produk2 kecantikan, pariwisata, dll.

Miss World tahun 2013 yang akan diselanggarakan di Indonesia, tepatnya di Bali akhirnya digelar dengan syarat tidak menggunakan pakaian renang atau bikini setelah melalui banyak kecaman dan kontroversi.

Memahami Kata-kata-nya Vicky Prasetyo

Akhir-akhir ini Video wawancara Vicky Prasetyo yang diunggah ke Youtube telah banyak menarik perhatian masyarakat. Dalam video tersebut Vicky Prasetyo yang pernah melamar Zaskia Gotik diwawancara dan sepertinya karena ingin terlihat keren, dan pinter ia menggunakan kata-kata yang terkesan intelek namun pada akhirnya terdengar absurd, dan  terdengar lucu :D Check this out

Di usiaku saat ini 29 my age,  aku masih merindukan apresiasi, karena basicly, ya aku seneng musik, walaupun  kontroversi hati aku lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih. Kita belajar harmonisisasi dari hal terkecil sampai hal terbesar. Kita pikir kita tak boleh ego dalam satu kepentingan kudeta apa yang kita miliki. Dengan adanya hubungan ini bukan mempertakut atau mempersuram statusisasi kemakmuran keluarga dia. Tapi menjadi confident. Kita harus mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita lebih baik.

  1. 29 my age :  Umur saya 29 taon
  2. Kontroversi : Pertentangan
  3. Kontroversi Hati : Pertentangan Hati
  4. Konspirasi : Persengkongkolan (kejahatan)
  5. Konspirasi Kemakmuran : Persengkongkolan dalam Kemakmuran
  6. Harmonisisasi :  Harmonisasi :  upaya mencari keselarasan
  7. Kudeta : Perebutan Kekuasaan
  8. Mempertakut : Membuat takut 
  9. Statusisasi : Status : Keadaan,
  10. Labil : tidak kokoh/tidak stabil
  11. Labil Ekonomi : keadaan ekonomi yang sedang tidak stabil

Hikmah dari Game yang pernah gue Mainin

Hikmah/pelajaran ternyata bisa kita dapetin dari mana pun. Kalo kita mau berpikir lebih dalam, Game yang sering kita mainkan bisa kita jadikan pelajaran kehidupan . Dengan begitu, aktivitas bermain game ini nggak bisa dilewatkan begitu saja. Berikut ini pelajaran dari game yang pernah saya mainkan :D
The Sims
The Sims
The Sims mengajarkan saya bahwa hidup itu butuh keselarasan atau keseimbangan. Kita butuh waktu sendiri untuk bersenang-senang (fun) tapi kita juga butuh berinteraksi dengan orang lain (social). Kita butuh makan (hunger), kenyamanan (comfort), istirahat (energy), kebersihan (hygiene), dan kepedulian terhadap lingkungan (environment)

Splinter Cell
Splinter Cell
Dalam game ini pemain berperan sebagai agen rahasia yang melakukan berbagai misi seperti spionase. identitas sebagai agen tidak boleh diketahui oleh musuh. game ini mengajarkan saya untuk memutuskan atau melakukan sesuatu dengan cepat tapi harus tetap hati-hati dan penuh pertimbangan matang karena seperti kata pepatah bahwa kesempatan tidak datang 2 kali

PES
Pro Evolution Soccer.
Dalam sebuah pertandingan atau perlombaan pasti ada kalanya kita menang, ada kalanya kita kalah.

Mario Bros
Mario Bros
Life is never flat. Untuk menggapai cita-cita kita butuh perjungan. Untuk mencapai kesuksesan kita akan dihadang oleh berbagai rintangan. Dunia mario bros itu kita ibaratkan seperti jalan kehidupan kita. Bayangkan saja kalo dunia mario bros itu flat, tidak ada jurang, monster jamur, monster bunga, naga, semburan api atau hal yang menghalangi mario untuk menyelesaikan misinya, pasti game ini gak akan seru, sama seperti hidup kita.

Crash Bash
Crash Bash
Game ini memang cukup seru tapi Untuk memainkan game ini dibutuhkan minimal 2 orang pemain. hal ini mengajarkan saya bahwa kita manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. kita tidak bisa hidup sendiri.

nge'Blog yu...!

ngeBlog sambil belajar,beLajar samBil ngeBlog

Jari Manis Indonesia

Aktivasi kekuatan Pikiran

Blog Abu Umamah™

Mencari dan Berbagi Ilmu Tentang Islam

Blognya Eika Vio

Melukis Kalbu dengan Cinta

Jejak Hikmah

"Takkan pernah ada kata Lelah, jika kita benar-benar Lillah."

Tio Adistiyawan

Prectice Make Perfect

intannurmillati

Just another WordPress.com site

Kajian Qur'an dan Dunia Islam

Menjadi muslim kang kaffah

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.056 pengikut lainnya.