Maraknya pengangguran bertitel sarjana

Berdasar data statistik yang dikeluarkan Departemen Tenaga kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia 92005), pengangguran sarjana lulusan universitas sekitar 385.415 jiwa-pemuda 184.497 jiwa;pemudi 200.921 jiwa.

Memang dalam pemikiran masyarakat kita, sistem pendidikan dipercaya sebagai sarana perubahan strata sosial.

Pengangguran terbuka lebih banyak disebabkan oleh,
1. Budaya gengsi. Para sarjana merasa gengsi jika tidak bekerja di perkantoran. Rasa gengsi ini begitu tinggi, sehingga para sarjana tidak melihat lagi potensi yang dimilikinya. Ada orang yang melulu mencari kerja di bagian administratif padahal ia lebih cocok di pemasaran.

2.Relevansi Kurikulum. Kurikulum di lembaga pendidikan kita belum mampu menciptakan dan mengembangkan kemandirian SDM yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Oleh sebabnya para sarjana kebingungan karena ilmunya tidak dapat digunakan untuk mendapat pekerjaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s