Pendidikan menghadapi stress, depresi, konflik dan sejenisnya

Pendidikan kini cenderung mengajarkan para peserta didiknya untuk sukses dalam hidupnya. Tidak ada pembelajarn bagaimana mengatasi atau menghadapi stress, depresi, konflik, dan sejenisnya.

Sebagai akibatnya banyak siswa atau pelajar yang mengalami gangguan mental. Begitu pun dengan para sarjana yang mau menghadapi dunia kerja.

Masuk dunia kerja yang ternyata amat ganas dan penuh dengan konflik. Manusia saling memangsa, sebuah fenomena yang terbayangkan saat ketika mengenyam pendidikan di sekolahnya dulu.

Saat di sekolah atau saat masa-masa belajar yang terbayang saat dalam dunia kerja kondisinya serba ideal dan indah. Semua orang bertindak sesuai dengan rules.

Sebuah asumsi yang sulit diterima. Oleh karenanya penulis di sini ingin mengajak agar pendidikan bagi siapa pun untuk tidak menekankan para siswa atau anak didiknya kepada situasi yang enak atau berada di zona nyaman.

Bukankan dalam meraih kesuksesan selalu ada hambatan dan konflik, dan bukankan di dunia ini tidak semuanya berjalan mulus dan baik?

One thought on “Pendidikan menghadapi stress, depresi, konflik dan sejenisnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s